← Back

Die With Zero

Bill Perkins

Finance & WealthLife DesignSpendingExperiences

Menabung untuk masa tua sering kali berlebihan hingga meninggalkan uang yang tidak sempat dinikmati, dan gagasan untuk menyeimbangkan pengalaman hidup dengan kekayaan finansial ditawarkan sebagai alternatif.

  • 01Hidup kaya, bukan mati kaya

    Bayangkan bila sampai kamu meninggal, kamu sudah melakukan semua yang dianjurkan: bekerja keras, menabung, dan menanti kebebasan finansial saat pensiun. Satu-satunya yang kamu sia-siakan sepanjang jalan adalah hidupmu sendiri. Bill Perkins membuka bukunya dengan renungan yang mengganggu ini.

    Die With Zero menyajikan filosofi baru yang berani sekaligus panduan keuangan praktis tentang cara mendapatkan hasil maksimal dari uang, dan dari hidupmu. Buku ini terbit 2020, ditujukan bagi mereka yang menempatkan pengalaman berharga seumur hidup jauh di atas sekadar menghasilkan dan menumpuk uang untuk masa tua.

    Singkatnya, Perkins ingin menyelamatkanmu dari kebiasaan terlalu banyak menabung dan kurang menikmati hidup.
  • 02Time-bucketing: mengelompokkan pengalaman menurut usia

    Perkins mengajarkan strategi yang ia sebut time-bucketing, alat untuk memastikan kamu memiliki pengalaman yang kamu inginkan sebelum terlambat. Idenya, kelompokkan pengalaman hidup yang kamu inginkan ke dalam rentang usia tertentu, karena kemampuan fisik dan kesempatan untuk menikmati pengalaman tertentu berubah seiring waktu.

    Misalnya, mendaki gunung tinggi atau bepergian jauh dengan ransel lebih realistis dilakukan di usia muda dibanding di usia lanjut, sementara pengalaman lain, seperti menghabiskan waktu dengan cucu, hanya mungkin di tahap hidup tertentu. Menunda pengalaman yang punya jendela waktu terbatas berisiko kehilangannya selamanya. Jendela waktu setiap pengalaman perlu diperhitungkan, bukan diasumsikan selalu tersedia nanti.

    Latihan sederhana: buat daftar lima pengalaman yang ingin kamu jalani, lalu tandai usia atau kondisi fisik seperti apa yang dibutuhkan untuk masing-masing.
  • 03Dividen memori: investasi yang terus membayar

    Perkins memperkenalkan gagasan bahwa momen berharga dalam hidupmu adalah investasi yang membayar "dividen memori" selama bertahun-tahun sesudahnya. Pengalaman yang kamu alami hari ini tidak hanya bernilai saat itu terjadi, tetapi terus memberi kebahagiaan lewat kenangan yang kamu ingat berulang kali.

    Cara pandang ini mengubah bagaimana kita menilai pengeluaran untuk pengalaman: bukan sekadar biaya sesaat, melainkan investasi jangka panjang yang terus memberi hasil dalam bentuk kenangan dan cerita. Semakin dini pengalaman itu terjadi, semakin lama pula dividen memorinya bisa dinikmati. Dividen memori ini menjadi argumen utama menunda kesenangan bisa berarti kehilangan nilai jangka panjang.

    Bagi pembaca, coba refleksikan: pengalaman apa di masa lalu yang masih memberimu kebahagiaan saat mengingatnya sekarang, dan seberapa sering kamu menciptakan pengalaman serupa saat ini?
  • 04Kurva kekayaan bersih dan kurva pemenuhan

    Perkins mengajak mengikuti kurva kekayaan bersih dan kurva pemenuhan untuk membuat keputusan lebih cerdas tentang kapan menabung dan kapan membelanjakan uang untuk petualangan yang bermakna. Kurva kekayaan bersih menunjukkan bagaimana aset kita berubah seiring waktu, sementara kurva pemenuhan menunjukkan kapan pengalaman tertentu memberi nilai kebahagiaan terbesar.

    Ia juga memperkenalkan konsep "tingkat bunga pribadi" untuk menimbang keputusan apakah berinvestasi dalam sebuah petualangan sekarang, atau menundanya. Gagasan ini meminjam bahasa keuangan untuk menganalisis keputusan hidup yang biasanya dianggap murni emosional. Kerangka finansial ini membantu membuat keputusan pengalaman terasa lebih terukur.

    Praktisnya, sebelum menunda sebuah pengalaman demi menabung lebih banyak, pertimbangkan berapa besar "bunga" yang hilang bila pengalaman itu baru terjadi bertahun-tahun kemudian, dalam bentuk kesehatan atau kesempatan yang mungkin berkurang.
  • 05Lima strategi utama

    Buku ini merangkum lima area utama: memikirkan ulang masa pensiun agar tidak menabung berlebihan untuk masa depan yang jauh, memaksimalkan pengalaman lewat time-bucketing, memahami dividen memori sebagai bentuk investasi, mengikuti kurva kekayaan bersih dan kurva pemenuhan untuk keputusan cerdas, dan membebaskan diri dari siklus kerja dan penumpukan tanpa henti.

    Perkins memakai pengalaman hidupnya sendiri, kisah inspiratif dan kisah peringatan dari orang lain, serta wawasan dari ilmu psikologi dan keuangan perilaku, untuk membangun argumen kontrarian namun meyakinkan tentang hidup secara maksimal. Kombinasi cerita pribadi dan riset perilaku memperkuat argumennya.

    Bagi pembaca, pilih satu dari lima area ini yang paling relevan dengan situasimu sekarang, dan mulai terapkan satu perubahan kecil bulan ini.
  • 06Membaca buku ini dengan hati-hati

    Filosofi "mati dengan nol" mengasumsikan kemampuan memprediksi usia dan kesehatan di masa depan, padahal keduanya penuh ketidakpastian. Perencanaan keuangan yang terlalu agresif membelanjakan aset bisa berisiko bagi mereka yang menghadapi biaya kesehatan tak terduga atau umur panjang di luar perkiraan.

    Buku ini juga ditulis dari perspektif seseorang dengan sumber daya finansial yang cukup besar untuk memiliki pilihan semacam ini, sehingga penerapannya perlu disesuaikan drastis bagi pembaca dengan situasi keuangan yang lebih terbatas atau memiliki tanggungan keluarga. Kesenjangan situasi finansial antarpembaca perlu diperhitungkan.

    Ringkasan ini bukan nasihat keuangan. Sebelum membuat keputusan besar tentang tabungan, pensiun, atau pengeluaran, pertimbangkan berkonsultasi dengan perencana keuangan berizin yang memahami situasi pribadimu secara menyeluruh.

Ringkasan ini adalah pengantar, bukan pengganti. Baca buku lengkapnya untuk argumen dan studi kasus yang utuh.

Link pembelian belum tersedia