
Set Boundaries, Find Peace
Nedra Glover Tawwab
Communication & RelationshipsBoundariesSelf CareRelationships
Kesulitan menetapkan batasan dalam hubungan sering berakar dari rasa takut mengecewakan orang lain, dan panduan praktis dibagikan untuk membangun batasan yang sehat tanpa rasa bersalah.
- 01Batas sehat sebagai dasar hubungan yang sehat
Kita semua tahu sebaiknya punya batas yang sehat, untuk keseimbangan kerja dan hidup, menghadapi orang beracun, dan menikmati hubungan yang memuaskan. Namun apa arti batas yang sehat, dan bagaimana mengungkapkan kebutuhan, berkata tidak, dan bersikap tegas tanpa menyinggung? Nedra Glover Tawwab, terapis berlisensi, menjawabnya dengan bahasa yang akrab dan inklusif.
Bukunya, terbit 2021 dan terjual dalam puluhan bahasa, menyajikan cara sederhana tetapi kuat menetapkan batas di semua bidang hidup. Tekniknya bersandar pada penelitian dan praktik terbaik terapi kognitif perilaku (CBT), untuk mengenali dan mengungkapkan kebutuhan dengan jelas dan tanpa meminta maaf.
Pesan pokoknya: batas bukan tembok, melainkan pedoman tentang apa yang bisa kita terima. Penulis menyebut akar perawatan diri adalah berkata tidak pada sesuatu agar bisa berkata ya pada kesejahteraan sendiri. - 02Enam jenis batas
Ulasan Publishers Weekly menyebut enam jenis batas yang dibahas: fisik, seksual, intelektual, emosional, material, dan waktu. Tiap jenis menyangkut hal berbeda, seperti ruang pribadi, pendapat, perasaan, barang, dan waktu luang.
Pembagian ini membantu kita mengenali di mana batas kita sering dilanggar. Seseorang mungkin kuat menjaga waktu tetapi lemah menjaga perasaan, atau sebaliknya. Dengan memahaminya, kita bisa menentukan area yang perlu diperkuat lebih dulu. Kejelasan membantu ketegasan.
Untuk latihan, tuliskan satu situasi belakangan ini ketika kamu merasa tidak nyaman, lalu tentukan jenis batas yang terlibat. Menamai jenisnya membantu merumuskan kebutuhan. - 03Batas berpori, kaku, dan sehat
Buku ini membedakan tiga pola: batas berpori, kaku, dan sehat. Batas berpori terlalu longgar, sehingga kita mudah membuka diri berlebihan, menyanggupi terlalu banyak, atau sulit berkata tidak. Batas kaku terlalu tertutup, sehingga kita menjauhi kedekatan dan sulit meminta bantuan.
Batas sehat berada di antara keduanya: jelas tentang kebutuhan, tetapi tetap terbuka pada hubungan. Sebagian orang mengubah batasnya menurut peran, misalnya berpori pada keluarga dan kaku pada rekan kerja. Mengenali pola sendiri menjadi langkah pertama. Kesadaran mengubah kebiasaan.
Pertanyaan praktis: di hubungan mana aku cenderung berpori, dan di mana aku cenderung kaku? Jawaban jujur menunjukkan arah perubahan. - 04Menetapkan batas dan menjaganya
Langkah menetapkan batas menurut ulasan terdiri dari komunikasi lewat pernyataan tegas dan tindakan, yaitu menepati apa yang dikatakan. Kita menyampaikan kebutuhan dengan jelas, tanpa menyalahkan, lalu konsisten. Batas tanpa tindak lanjut mudah dilanggar lagi.
Tawwab juga membahas berbagai tanggapan yang mungkin muncul: orang bisa marah, tersinggung, atau menguji batas. Menghadapi tanggapan itu bagian dari proses. Rasa bersalah sering muncul, terutama bagi yang terbiasa menyenangkan orang lain. Rasa bersalah tidak selalu tanda kita salah.
Praktisnya, gunakan kalimat singkat seperti aku tidak bisa membantu minggu ini, tanpa penjelasan panjang. Ulangi dengan tenang bila didesak. Konsistensi melindungi batas. - 05Menyenangkan orang dan kelelahan
Kesulitan menetapkan batas terkait dengan masalah seperti ketergantungan pada orang lain, perebutan kuasa, kecemasan, depresi, dan kelelahan kerja. Banyak orang yang selalu berkata ya akhirnya kewalahan dan menyimpan kemarahan.
Menetapkan batas melindungi energi dan hubungan. Ketika kita jujur tentang batas, orang lain tahu apa yang bisa diharapkan, dan hubungan menjadi lebih jelas. Buku ini juga menekankan bahwa batas bukan tindakan egois. Kejujuran justru menghormati kedua pihak.
Untuk memulai, pilih satu permintaan yang biasanya kamu iyakan dengan terpaksa, dan latih menolak dengan sopan minggu ini. Catat bagaimana perasaanmu setelahnya. Latihan kecil membangun keberanian. - 06Membaca buku ini dengan konteks
Buku ini panduan swabantu, bukan terapi. Bagi orang yang mengalami hubungan penuh kekerasan, kontrol, atau ancaman, menetapkan batas saja mungkin tidak aman dan perlu dukungan profesional atau lembaga yang tepat. Keselamatan harus didahulukan.
Nilai budaya juga memengaruhi. Dalam banyak budaya, termasuk di Indonesia, kewajiban pada keluarga dan harmoni sosial punya bobot besar, sehingga cara menetapkan batas perlu disesuaikan agar tetap menghormati hubungan. Batas mengatur perilaku kita sendiri, bukan mengendalikan orang lain. Kepekaan konteks membantu.
Untuk memulai, tulis satu batas yang ingin kamu tetapkan, kalimat untuk menyampaikannya, dan tindakan yang akan kamu ambil bila dilanggar. Rencana sederhana memudahkan.
Ringkasan ini adalah pengantar, bukan pengganti. Baca buku lengkapnya untuk argumen dan studi kasus yang utuh.
Link pembelian belum tersedia