
Good Leaders Ask Great Questions
John C. Maxwell
Leadership & ManagementQuestionsInfluenceGrowth
Kepemimpinan yang efektif dibangun lebih banyak lewat kemampuan bertanya dibanding memberi jawaban, dan pertanyaan yang tepat diyakini mampu membuka potensi terbaik dari sebuah tim.
- 01Pertanyaan yang mengubah cara memimpin
John Maxwell, pengarang lebih dari enam puluh lima buku kepemimpinan, mengatakan bahwa pertanyaan telah benar-benar mengubah hidupnya. Ia memakainya untuk belajar dan bertumbuh, terhubung dengan orang, menantang diri, memperbaiki tim, dan menghasilkan ide yang lebih baik.
Buku ini menunjukkan bagaimana pertanyaan bisa mengubah kepemimpinanmu. Ia menjelaskan mengapa pertanyaan penting, pertanyaan apa yang sebaiknya diajukan pemimpin kepada dirinya, dan pertanyaan apa yang perlu diajukan kepada tim.
Ada dua bagian besar: pertanyaan yang ia ajukan, dan pertanyaan yang diajukan para pemimpin kepadanya. Formatnya membuat bukunya terasa seperti percakapan yang bisa dibuka dari mana saja. - 02Mengapa pertanyaan begitu penting
Bab pertama menanyakan mengapa pertanyaan penting. Pertanyaan membuka pintu pemahaman: ia menunjukkan bahwa kita peduli, membantu kita belajar dari orang lain, dan menggali ide yang tidak muncul lewat pernyataan.
Pemimpin yang hanya memberi jawaban cenderung berhenti belajar dan membuat timnya pasif. Sebaliknya, pemimpin yang bertanya membangun kepemilikan, karena orang lebih berkomitmen pada solusi yang mereka bantu temukan. Bertanya adalah bentuk penghargaan.
Bagi pembaca, langkah awalnya sederhana: pada rapat berikutnya, ajukan satu pertanyaan sebelum menyampaikan pendapat. Perhatikan bagaimana kualitas diskusi berubah. Kebiasaan kecil itu membuka banyak hal. - 03Pertanyaan untuk diri sendiri dan untuk tim
Bab-bab awal membahas pertanyaan yang diajukan Maxwell pada dirinya sebagai pemimpin, dan pertanyaan kepada anggota timnya. Pertanyaan kepada diri mencakup refleksi tentang motivasi, kemajuan, dan area yang perlu dibenahi.
Pertanyaan kepada tim membantu memahami orang: apa yang mereka butuhkan, apa hambatan mereka, dan bagaimana mereka bisa berkembang. Dengan begitu pemimpin tidak menebak, tetapi mendengar. Ulasan Publishers Weekly menyebutnya membantu memahami orang di tim, mengembangkan pemimpin, dan mengelola hubungan kerja.
Latihan praktis: tuliskan tiga pertanyaan untuk dirimu dan tiga untuk timmu, lalu ajukan minggu ini. Jawaban jujur menunjukkan arah perbaikan. - 04Tujuh puluh pertanyaan dari pembaca
Maxwell juga membuka ruang bagi pembaca di seluruh dunia untuk mengajukan pertanyaan kepemimpinan apa pun lewat media sosial. Ia memilih tujuh puluh yang paling populer dan menjawabnya, dengan topik yang beragam.
Contohnya: bagaimana menemukan tujuan unik sebagai pemimpin, apa kebiasaan harian paling efektif bagi pemimpin, bagaimana memotivasi orang yang tidak termotivasi, dan bagaimana bekerja dengan pemimpin yang sulit dan tidak punya visi. Ada juga pertanyaan tentang memulai kepemimpinan dan waktu berpindah posisi. Ragamnya luas.
Bagian ini berguna bagi pemimpin yang merasa mandek. Kamu bisa membuka pertanyaan yang paling dekat dengan situasimu, tanpa membaca berurutan. Pilih yang relevan. - 05Memimpin diri dan cara kerja kepemimpinan
Bagian kedua diawali dengan pertanyaan tentang memimpin diri sendiri dengan berhasil, lalu bagaimana kepemimpinan bekerja. Maxwell berargumen bahwa kepemimpinan dimulai dari kemampuan memimpin diri, sebelum memimpin orang lain.
Ini konsisten dengan gagasannya yang lain: pengaruh dibangun dari kredibilitas dan karakter. Pemimpin yang tidak disiplin pada dirinya sulit meminta disiplin pada orang lain. Karena itu refleksi diri menjadi fondasi, sebelum strategi dan teknik. Kredibilitas membuka pintu pengaruh.
Praktisnya, pilih satu kebiasaan pribadi yang ingin kamu perbaiki, lalu jalani selama sebulan sebelum meminta perubahan dari timmu. Teladan berbicara lebih keras dari perintah. - 06Membaca buku ini dengan konteks
Ulasan Publishers Weekly mencatat bahwa Maxwell adalah mantan pendeta dan karyanya bernuansa Kristen yang kuat. Bagi pembaca yang tidak keberatan, pertanyaannya dianggap menggugah dan menyemangati, dengan gaya percakapan yang membuat pelajaran kepemimpinan mudah dicerna.
Bagi pembaca yang menginginkan pendekatan sekuler, nuansa itu perlu disaring. Selain itu, buku ini bersandar pada pengalaman dan keyakinan penulis, bukan penelitian formal. Anggap sebagai bahan refleksi yang perlu diuji dalam konteksmu.
Untuk memulai, pilih satu pertanyaan dari daftar yang paling menantangmu, dan renungkan selama satu minggu. Catat apa yang berubah dalam cara kamu memimpin. Pertanyaan yang baik bekerja pelan tetapi dalam.
Ringkasan ini adalah pengantar, bukan pengganti. Baca buku lengkapnya untuk argumen dan studi kasus yang utuh.
Link pembelian belum tersedia