← Back

Make It Stick

Peter C. Brown, Henry L. Roediger III, Mark A. McDaniel

Productivity & HabitsLearningMemoryEducation

Metode belajar yang terasa paling mudah, seperti membaca ulang catatan berulang-ulang, ternyata justru paling tidak efektif dibanding teknik seperti mengingat aktif dan latihan berjarak.

  • 01Sains belajar yang berhasil

    Make It Stick ditulis oleh dua ilmuwan kognitif, Henry Roediger dan Mark McDaniel dari Washington University di St. Louis, bersama Peter Brown, penulis dan mantan konsultan manajemen yang berperan sebagai pencerita. Buku ini lahir dari penelitian besar dan kerja sama sepuluh tahun sebelas ilmuwan kognitif di enam universitas.

    Tujuannya menjembatani sains belajar dan pendidikan. Penerbit menyebutnya buku laris internasional yang membantu jutaan pelajar, guru, dan pembelajar seumur hidup memakai pendekatan yang terbukti untuk belajar lebih baik dan mengingat lebih lama.

    Klaim pokoknya menantang: banyak kebiasaan belajar yang kita percayai justru tidak efektif. Ulasan di Times Higher Education menyebutnya buku yang hidup dan menarik, dengan kisah bedah, pilot, tukang kebun, dan mahasiswa sebagai ilustrasi. Cerita menjaga sainsnya mudah dicerna.
  • 02Ilusi penguasaan

    Menggarisbawahi, menyorot, membaca ulang, menjejalkan, dan mengulang tunggal keterampilan baru menciptakan ilusi penguasaan, tetapi hasilnya cepat memudar. Kita merasa paham karena materi terasa akrab, padahal belum tentu bisa mengingat atau memakainya.

    Buku ini menantang pandangan bahwa belajar yang terasa mudah adalah belajar yang baik. Sebaliknya, cara yang terasa sulit sering menghasilkan ingatan yang lebih awet. Karena itu perasaan lancar tidak boleh dijadikan ukuran. Perasaan menipu.

    Bagi pembaca, ini mengubah cara belajar: alih-alih membaca ulang bab, tutup buku dan coba ingat isinya. Bila tidak bisa, itu tanda bagian yang perlu dipelajari.
  • 03Uji diri: mengambil kembali dari ingatan

    Bab berjudul belajar dengan mengambil kembali menekankan praktik retrieval: aktif memanggil informasi dari ingatan. Uji diri adalah salah satu pendekatan yang menghasilkan pembelajaran lebih tahan lama.

    Setiap kali kita berusaha mengingat, ingatan itu diperkuat. Karena itu kuis kecil, kartu tanya jawab, dan menjelaskan ulang dengan kata sendiri lebih efektif daripada membaca ulang. Kesalahan pada saat menguji pun berguna sebagai umpan balik. Usaha mengingat menguatkan jejak.

    Praktisnya, setelah membaca satu bagian, tulis tiga pertanyaan tentang isinya dan jawab tanpa melihat. Lakukan lagi beberapa hari kemudian. Pengulangan yang diuji membangun ingatan.
  • 04Beri jeda: pengulangan berjarak

    Pendekatan lain adalah menunggu untuk mempelajari ulang materi sampai sedikit terlupakan. Ini prinsip pengulangan berjarak: bila pembelajar menyebar studi dan kembali secara berkala, mereka mengingat lebih baik daripada menjejalkan dalam satu waktu.

    Sedikit lupa ternyata membantu, karena usaha mengingat kembali memperkuat ingatan. Itulah mengapa belajar semalaman sebelum ujian terasa efektif tetapi cepat hilang. Menyebar sesi belajar lebih efisien untuk jangka panjang. Jeda adalah bagian dari metode.

    Untuk menerapkannya, jadwalkan tinjauan singkat pada hari berikutnya, minggu berikutnya, dan bulan berikutnya. Jadwal berjarak mengalahkan sesi maraton.
  • 05Campur latihan dan rangkul kesulitan

    Bab campur latihanmu menganjurkan praktik selang-seling: berlatih beberapa topik atau keterampilan dalam urutan bercampur, bukan satu blok panjang. Cara ini terasa lebih sulit, tetapi melatih kemampuan membedakan jenis masalah dan memilih strategi yang tepat.

    Bab merangkul kesulitan memperkenalkan kesulitan yang diinginkan (desirable difficulties). Bukan semua kesulitan berguna, tetapi tantangan yang memaksa usaha mengingat dan membedakan membuat belajar lebih dalam. Memperkenalkan kesulitan tertentu dalam latihan adalah salah satu prinsipnya. Kesulitan yang tepat menguatkan.

    Saat berlatih, selingi jenis soal dan jangan terlalu cepat berpindah ke mudah. Rasa kurang lancar adalah tanda bahwa belajar sedang berlangsung.
  • 06Membaca buku ini dengan seimbang

    Buku ini populer dan didukung penelitian psikologi kognitif, tetapi sebagian besar bukti berasal dari eksperimen laboratorium dan kelas, sehingga efeknya bisa berbeda pada pembelajar dan materi tertentu. Uji strategi pada dirimu sendiri dan sesuaikan.

    Beberapa strategi, seperti interleaving, terasa membuat belajar lebih lambat di awal dan bisa membuat pemula frustrasi. Pendekatan bertahap membantu: mulai dari uji diri dan pengulangan berjarak, lalu tambah campur latihan. Kesabaran diperlukan.

    Untuk memulai, pilih satu mata pelajaran dan ganti membaca ulang dengan uji diri selama dua minggu. Bandingkan hasilnya dengan cara lamamu. Bukti dari pengalamanmu sendiri paling meyakinkan.

Ringkasan ini adalah pengantar, bukan pengganti. Baca buku lengkapnya untuk argumen dan studi kasus yang utuh.

Link pembelian belum tersedia