← Back

The Magic of Thinking Big

David J. Schwartz

Confidence & ResilienceMindsetSuccessMotivation

Cara berpikir yang lebih besar dan lebih berani, alih-alih terjebak dalam keraguan diri, dipaparkan lewat prinsip-prinsip praktis untuk membangun kepercayaan diri dan meraih pencapaian yang lebih tinggi.

  • 01Klasik motivasi tahun 1959

    The Magic of Thinking Big karya David Schwartz terbit pertama pada 1959 dan menjadi buku motivasi klasik. Schwartz adalah profesor di Georgia State University dan dianggap salah satu pakar motivasi terkemuka di Amerika. Buku ini menjanjikan metode berguna, bukan janji kosong.

    Klaim dasarnya: kamu tidak perlu menjadi intelektual atau berbakat alami untuk mencapai keberhasilan dan kepuasan besar. Yang diperlukan adalah memahami dan membiasakan cara berpikir dan bertindak yang mengarah ke sana. Buku ini menawarkan program yang dirancang untuk pekerjaan, pernikahan, keluarga, dan komunitas.

    Ia dibuka dengan contoh penjual yang mencapai hasil jauh lebih tinggi dari rekan-rekannya karena harapannya lebih tinggi. Contoh itu menggambarkan tesis buku: harapan memengaruhi hasil.
  • 02Ukuran keyakinan menentukan ukuran keberhasilan

    Kalimat kunci Schwartz: percayalah pada hal besar, karena ukuran keberhasilanmu ditentukan oleh ukuran keyakinanmu. Tujuan kecil menghasilkan pencapaian kecil, tujuan besar berpeluang menghasilkan keberhasilan besar.

    Sisi yang bisa dipertanggungjawabkan dari gagasan ini: keyakinan memengaruhi keberanian mencoba dan ketekunan. Orang yang yakin cenderung mengambil kesempatan dan bertahan. Sebaliknya, keraguan diri bisa membuat kita menahan diri sebelum mencoba. Keyakinan membuka tindakan.

    Namun keyakinan tanpa persiapan dan usaha tidak cukup. Tujuan besar perlu dipecah menjadi langkah nyata agar tidak berhenti sebagai impian. Langkah konkret menghubungkan keyakinan dengan hasil.
  • 03Berhenti membuat alasan

    Salah satu bagian utama membahas cara berhenti membuat alasan. Schwartz mengidentifikasi alasan umum seperti kurang cerdas, usia, kesehatan buruk, dan nasib buruk. Ia menyebutnya hambatan mental dan menyebut tiga penyakit: menunda, penyakit alasan, dan penyakit terlalu memikirkan detail.

    Pendekatan ini menantang tetapi perlu hati-hati. Banyak keterbatasan memang nyata, seperti kondisi kesehatan atau tanggungan, dan tidak semuanya sekadar alasan. Bedanya, kebiasaan menjadikan alasan sebagai akhir percakapan membuat kita berhenti sebelum mencoba. Pembedaan ini penting.

    Latihan sederhana: tuliskan tiga alasan yang sering kamu pakai dan tanyakan langkah kecil yang tetap bisa kamu lakukan meski alasan itu benar. Pertanyaan itu menggeser fokus.
  • 04Sikap, hubungan, dan kebiasaan bertindak

    Daftar isi yang dijanjikan penerbit mencakup memperoleh yang terbaik dari sikap, berpikir dengan tepat terhadap orang lain, dan cara menjadikan tindakan sebuah kebiasaan. Sikap dianggap sekutu, bukan penghalang.

    Berpikir dengan tepat terhadap orang lain berarti menghargai dan memperhatikan mereka, karena hubungan yang baik menopang keberhasilan. Kebiasaan bertindak berarti melakukan langkah kecil tanpa menunggu suasana hati yang tepat. Tindakan mengubah niat menjadi kenyataan.

    Bagi pembaca, pilih satu tindakan kecil yang biasa kamu tunda, dan lakukan segera setelah muncul niat. Ulangi sampai menjadi kebiasaan. Kebiasaan kecil membentuk keberhasilan.
  • 05Rasa takut, kekalahan, tujuan, dan kepemimpinan

    Buku ini juga membahas cara mengatasi takut dan menemukan percaya diri, menemukan kemenangan dalam kekalahan, menetapkan tujuan untuk bertumbuh, dan berpikir seperti pemimpin. Kekalahan dipandang sebagai bahan belajar, bukan akhir.

    Tujuan bertumbuh menjaga agar kita terus berkembang alih-alih berhenti pada satu pencapaian. Berpikir seperti pemimpin berarti mengambil tanggung jawab dan memandang ke depan. Semuanya berpusat pada sikap mental yang mendorong tindakan. Sikap dan tindakan berjalan bersama.

    Untuk latihan, setelah satu kegagalan, tuliskan tiga pelajaran dan satu langkah berikutnya. Refleksi itu mengubah kekalahan menjadi bahan.
  • 06Membaca buku ini dengan hati-hati

    Buku ini bagian dari tradisi berpikir positif. Klaim bahwa ukuran keyakinan menentukan ukuran keberhasilan menyederhanakan kenyataan. Keterampilan, kesempatan, dukungan, dan keberuntungan berperan. Menyalahkan kegagalan pada keyakinan kecil bisa tidak adil.

    Contoh keberhasilan dalam buku juga dipilih dan berasal dari konteks Amerika pertengahan abad kedua puluh, sehingga tidak semuanya berlaku di zaman dan tempat lain. Berpikir besar tanpa persiapan berisiko menimbulkan keputusan gegabah. Realisme tetap perlu.

    Ambil yang berguna: tetapkan tujuan yang menantang, kurangi alasan, dan bertindak. Ringkasan ini bukan nasihat keuangan atau karier. Untuk memulai, tuliskan satu tujuan besar dan tiga langkah pertamanya. Langkah itu membuat gagasan besar nyata.

Ringkasan ini adalah pengantar, bukan pengganti. Baca buku lengkapnya untuk argumen dan studi kasus yang utuh.

Link pembelian belum tersedia