← Back

Nudge

Richard H. Thaler, Cass R. Sunstein

Mindset & PsychologyBehavioral EconomicsPublic PolicyDecision Making

Dorongan kecil yang tidak memaksa terbukti mampu mengarahkan perilaku manusia ke arah pilihan yang lebih baik, sebuah pendekatan yang kini banyak diadopsi dalam kebijakan publik dan desain produk.

  • 01Cara kita memilih bisa dirancang

    Nudge berbicara tentang pilihan: bagaimana kita membuatnya dan bagaimana kita bisa membuat pilihan yang lebih baik. Richard Thaler, ekonom perilaku pemenang Nobel, dan Cass Sunstein, profesor hukum di Harvard, menawarkan perspektif baru untuk mencegah kesalahan yang kita lakukan, mulai dari investasi yang keliru hingga makan tidak sehat.

    Buku ini dimulai dengan kisah Carolyn, pengelola makan siang sekolah, yang menunjukkan bahwa cara menata makanan mengubah apa yang dipilih anak-anak. Para penulis menyebut orang seperti dia arsitek pilihan, yaitu mereka yang merancang konteks tempat orang memutuskan.

    Nudge, dalam definisi mereka, adalah aspek apa pun dari arsitektur pilihan yang mengubah perilaku orang secara dapat diprediksi tanpa melarang pilihan apa pun atau mengubah insentif ekonomi secara berarti. Intinya, dorongan kecil yang tidak memaksa.
  • 02Manusia dan Econ

    Alasan kita butuh nudge, kata para penulis, adalah karena orang nyata tidak berpikir seperti Econ, yaitu manusia ekonomi ideal yang rasional dan tanpa bias. Manusia sungguhan adalah Human: bisa salah, punya bias, dan dipengaruhi konteks.

    Bagian pertama buku membahas kesalahan dan bias, godaan yang sulit dilawan, dan kecenderungan mengikuti kerumunan. Ketiganya menjelaskan mengapa keputusan kita sering menyimpang dari yang kita inginkan sendiri. Kita tahu yang baik, tetapi tidak selalu melakukannya.

    Karena itu penataan pilihan penting. Bila manusia bisa dipengaruhi konteks, maka konteks perlu dirancang dengan hati-hati. Tidak ada rancangan yang benar-benar netral, seperti dicatat sebuah ulasan, sehingga tanggung jawab jatuh pada yang merancang.
  • 03Bias status quo dan kekuatan pilihan bawaan

    Salah satu bias yang disorot adalah bias status quo: manusia cenderung bertahan pada pilihan bawaan ketika dihadapkan pada banyak opsi. Menyesuaikan pilihan bawaan membutuhkan usaha, sehingga kebanyakan orang membiarkannya.

    Karena itu pilihan bawaan sangat berpengaruh. Bila peserta program tabungan otomatis terdaftar kecuali mereka keluar, lebih banyak orang menabung dibanding bila mereka harus mendaftar sendiri. Perbedaannya bukan pada kemauan, tetapi pada gesekan untuk bertindak.

    Wawasan ini berguna bagi siapa pun yang mengatur pilihan orang lain, misalnya di tempat kerja atau aplikasi. Juga berguna bagi kita sendiri: kita bisa mengatur pilihan bawaan hidup agar mendukung kebiasaan baik, misalnya otomatisasi tabungan.
  • 04Uang: menabung lebih banyak besok

    Bagian tentang uang membahas tema yang membuat buku ini terkenal di dunia keuangan pribadi. Bab-babnya meliputi rencana tabungan lebih banyak besok, investasi yang naif, pasar kredit, dan pilihan dalam program jaminan sosial.

    Ide Save More Tomorrow adalah mengajak orang berkomitmen menaikkan tabungan di masa depan, terutama saat gaji naik. Orang lebih mau menyisihkan bagian dari kenaikan di masa depan daripada memotong gajinya sekarang. Waktu dipakai sebagai sekutu.

    Pelajaran umumnya: rancang komitmen yang tidak menyakitkan hari ini tetapi menguntungkan kelak. Ini mirip gagasan menetapkan aturan sebelum godaan datang. Tentu, detail program keuangan bergantung pada negara dan aturan setempat, sehingga contoh ini bersifat ilustrasi.
  • 05Kesehatan dan kebaikan bersama

    Bagian kesehatan membahas topik seperti pilihan obat resep yang membingungkan, cara meningkatkan donasi organ, dan upaya menyelamatkan lingkungan. Pada semuanya, cara menyajikan pilihan memengaruhi apa yang dipilih orang, sering tanpa mereka sadari.

    Ambil contoh donasi organ. Negara yang menetapkan pilihan bawaan berbeda memiliki tingkat donor berbeda. Rancangan formulir dan pertanyaan membentuk keputusan, padahal orang mungkin punya niat yang sama.

    Bagian ini juga memperlihatkan bahwa nudge bukan hanya soal uang. Ia bisa membantu membuat keputusan sulit lebih mudah, misalnya dengan menyederhanakan informasi. Kuncinya adalah kejelasan, bukan tekanan.
  • 06Paternalisme libertarian dan keberatannya

    Para penulis menyebut pendekatan mereka paternalisme libertarian. Aspek libertarian berarti kebebasan memilih dipertahankan. Aspek paternalis berarti perancang boleh mengarahkan orang ke pilihan yang menurut penilaian mereka lebih baik bagi orang itu sendiri, tanpa melarang.

    Bagian terakhir buku membahas keberatan. Salah satunya: apakah ini bentuk manipulasi yang halus? Para penulis menjawab bahwa selama pilihan tetap terbuka dan mudah ditolak, kebebasan terjaga. Namun kritik tetap ada, terutama tentang siapa yang berhak menentukan apa yang terbaik.

    Perdebatan ini penting. Nudge yang baik terbuka dan menguntungkan penerimanya, tetapi nudge juga bisa disalahgunakan untuk kepentingan perancang. Karena itu transparansi dan tujuan yang jujur menjadi syarat etis.
  • 07Memakai nudge dalam kehidupan

    Buku ini ditulis pertama pada 2008, dengan edisi revisi terakhir pada 2021. Teori nudge kemudian dipakai luas di kebijakan publik dan perusahaan, walau tetap diperdebatkan di kalangan akademik. Beberapa hasil penelitian awal juga diperdebatkan replikasinya.

    Untuk kehidupan pribadi, pelajaran praktisnya ringan: atur lingkungan agar pilihan baik menjadi yang termudah. Simpan buah di tempat terlihat, otomatiskan tabungan, dan jauhkan godaan. Rancangan kecil sering mengalahkan tekad besar.

    Di sisi lain, gunakan wawasan ini dengan etika. Bila kamu merancang pilihan bagi orang lain, tanyakan apakah mereka akan setuju bila tahu tujuannya. Bila ya, itu nudge yang sehat. Bila tidak, pertimbangkan ulang.

Ringkasan ini adalah pengantar, bukan pengganti. Baca buku lengkapnya untuk argumen dan studi kasus yang utuh.

Link pembelian belum tersedia