← Back

The Undoing Project

Michael Lewis

Mindset & PsychologyBehavioral EconomicsBiographyDecision Making

Persahabatan dan kolaborasi dua psikolog yang mengungkap betapa tidak rasionalnya keputusan manusia diceritakan lewat perjalanan riset yang akhirnya melahirkan bidang ekonomi perilaku.

  • 01Persahabatan yang mengubah cara kita berpikir

    Empat puluh tahun lalu, dua psikolog Israel, Daniel Kahneman dan Amos Tversky, menulis serangkaian makalah orisinal yang menggugurkan asumsi kita tentang proses pengambilan keputusan. Michael Lewis, penulis Moneyball dan The Big Short, menceritakan kolaborasi luar biasa ini dalam buku terbitan 2016.

    Karya mereka menunjukkan cara pikiran manusia keliru secara sistematis saat dipaksa membuat penilaian dalam situasi tidak pasti. Penelitian itu melahirkan bidang ekonomi perilaku, merevolusi studi data besar, memajukan pendekatan berbasis bukti dalam kedokteran, dan mengubah pendekatan regulasi pemerintah.

    Kahneman dan Tversky, menurut Lewis, lebih bertanggung jawab daripada siapa pun atas tren kuat untuk mencurigai intuisi manusia dan lebih memercayai algoritma.
  • 02Dua kepribadian yang berlawanan

    Amos Tversky digambarkan sebagai pejuang yang brilian, percaya diri, dan ekstrover, selalu menjadi pusat perhatian penuh di ruangan mana pun. Kahneman digambarkan sebaliknya, lebih pendiam dan penuh keraguan diri. Kahneman lahir 1934 dan menghabiskan masa kecilnya di Paris, dengan kenangan awal yang mengerikan tentang pendudukan Nazi di Prancis.

    Kedua psikolog bertemu pada 1969 dan bekerja sama hingga beberapa tahun sebelum Tversky meninggal pada 1996. Keduanya menjadi pahlawan baik di universitas maupun di medan perang, karena keduanya punya karier militer penting dalam pertahanan Israel. Pengalaman hidup mereka yang ekstrem terhubung erat dengan penelitian yang mereka hasilkan.

    Bagi pembaca, kisah ini menunjukkan bahwa kolaborasi terbaik sering lahir dari perbedaan kepribadian yang saling melengkapi, bukan kesamaan.
  • 03Bukan ahli statistik intuitif

    Lewis menjelaskan bahwa orang tidak membuat keputusan sebagaimana lama diyakini ekonom, yaitu sebagai "ahli statistik intuitif", melainkan dengan cara yang kacau, dipenuhi bias konfirmasi, ketakutan akan penyesalan, kepekaan terhadap perubahan, keinginan menghindari kerugian, dan kecenderungan membatalkan hasil yang mengecewakan secara mental.

    Kahneman dan Tversky menamai tiga heuristik, atau jalan pintas mental: representativeness, yaitu menilai berdasarkan seberapa cocok sesuatu dengan stereotip; availability, yaitu menilai frekuensi berdasarkan seberapa mudah contoh muncul di pikiran; dan anchoring, yaitu berpegang pada angka awal meski tidak relevan. Jalan pintas ini biasanya berguna, tetapi bisa keliru secara sistematis.

    Praktisnya, saat membuat keputusan penting, sadari kemungkinan bahwa penilaianmu dipengaruhi contoh yang paling mudah diingat, bukan data yang sebenarnya paling relevan.
  • 04Kesalahan yang bisa diprediksi

    Poin penting dari penelitian mereka: kesalahan pikiran manusia bukan acak, melainkan sistematis, dan itulah yang membuatnya bisa dipelajari. Bila sebuah bias bisa diprediksi, kita bisa mempelajarinya, dan kadang merancang cara untuk menghindarinya.

    Temuan ini melahirkan Teori Prospek, yang menjelaskan bagaimana orang menilai potensi kerugian dan keuntungan secara tidak simetris, cenderung lebih takut kehilangan daripada senang mendapat jumlah yang sama. Teori ini kemudian menjadi dasar bidang ekonomi perilaku dan memengaruhi kebijakan publik di berbagai negara. Prediktabilitas bias membuka jalan bagi perbaikan kebijakan dan keputusan.

    Bagi pembaca yang bekerja dengan data atau kebijakan, pertanyaan yang berguna: bias mana dari yang sudah dikenal ini paling mungkin memengaruhi keputusan yang sedang kuambil?
  • 05Persahabatan yang akhirnya retak

    Meski memproduksi karya luar biasa bersama, kedekatan yang menggerakkan kerja mereka akhirnya merenggang di bawah tekanan ketenaran dan iri hati. Tversky lebih banyak menerima pujian dan penghargaan publik, sementara Kahneman merasa terhapus dan cemburu.

    Lewis menyusun kisah ini lewat wawancara dengan teman, keluarga, kolega, saingan, dan kritikus, ditambah kenangan, surat, dan makalah terbit dari kedua psikolog sendiri. Hadiah Nobel yang akhirnya membenarkan gagasan mereka datang setelah Tversky meninggal, sehingga hanya Kahneman yang menerimanya secara langsung. Ketegangan antara pengakuan individu dan kerja sama menjadi tema yang menyentuh dalam kisah ini.

    Renungan bagi pembaca: dalam kerja sama apa pun, bagaimana kita membagi pengakuan secara adil tanpa merusak hubungan yang menghasilkan karya itu?
  • 06Membaca buku ini dengan seimbang

    Buku ini ditulis oleh jurnalis, bukan psikolog atau sejarawan sains, sehingga penekanannya pada narasi dan drama manusia, kadang lebih dari penjelasan teknis mendalam tentang metodologi penelitian mereka. Pembaca yang ingin memahami detail ilmiah heuristik dan bias sebaiknya membaca langsung karya Kahneman, seperti Thinking, Fast and Slow.

    Kisah personal kedua tokoh, termasuk konflik dan kecemburuan mereka, disusun dari sudut pandang orang lain dan ingatan yang mungkin bias, sehingga sebagian detail emosional perlu dibaca sebagai interpretasi Lewis, bukan fakta mutlak. Interpretasi naratif ini tetap perlu dibaca kritis.

    Untuk memulai, bila kamu tertarik pada aplikasi praktis dari bias kognitif ini, coba identifikasi satu bias dari cerita ini yang paling relevan dengan pekerjaanmu, dan amati kapan ia muncul.

Ringkasan ini adalah pengantar, bukan pengganti. Baca buku lengkapnya untuk argumen dan studi kasus yang utuh.

Link pembelian belum tersedia