← Back

Mindset

Carol S. Dweck

Mindset & PsychologyGrowth MindsetMotivationEducation

Cara seseorang memandang bakat dan kemampuan, apakah sebagai sesuatu yang tetap atau bisa berkembang, menentukan seberapa jauh mereka berani menghadapi tantangan dan bangkit dari kegagalan.

  • 01Kekuatan cara kita memandang kemampuan

    Carol Dweck, psikolog Stanford, menghabiskan puluhan tahun meneliti motivasi dan kepribadian. Ia menemukan gagasan sederhana yang berpengaruh: keberhasilan di sekolah, pekerjaan, olahraga, seni, dan hampir setiap bidang sangat dipengaruhi oleh cara kita memandang bakat dan kemampuan kita.

    Mindset bukan keunikan kepribadian kecil. Ia membentuk seluruh dunia mental kita: bagaimana kita menjadi optimis atau pesimis, tujuan, sikap terhadap pekerjaan dan hubungan, dan cara mengasuh anak. Ia menjadi salah satu buku psikologi paling banyak dibaca, terjual jutaan eksemplar.

    Karena itu istilah pola pikir bertumbuh menjadi luas dikenal. Buku ini menjelaskan asal gagasan itu, bukan hanya slogannya. Pengertian penuh membantu menghindari salah kaprah.
  • 02Pola pikir tetap dan bertumbuh

    Dweck membedakan dua pola pikir dasar. Pola pikir tetap meyakini bakat dan kemampuan sudah ditetapkan: kamu punya atau tidak. Orang dengan pola ini merasa harus terus membuktikan diri dan tampak pintar dengan segala cara, yang menurutnya mengarah pada stagnasi.

    Pola pikir bertumbuh meyakini bakat bisa dikembangkan dan kemampuan besar dibangun seiring waktu. Orang dengan pola ini melihat tantangan sebagai peluang belajar dan kegagalan sebagai informasi. Jalannya, kata Dweck, adalah jalan peluang. Cara pandang memengaruhi keberanian mencoba.

    Untuk pembaca, kenali di mana kamu cenderung memakai pola tetap: bidang yang kamu hindari karena takut terlihat tidak mampu. Bidang itu bisa menjadi tempat belajar. Kesadaran menjadi langkah awal.
  • 03Pujian dan kegagalan

    Dweck menjelaskan mengapa memuji kecerdasan dan bakat tidak menumbuhkan harga diri dan prestasi, dan malah bisa membahayakan keberhasilan. Anak yang dipuji pintar cenderung menghindari tantangan agar tidak terlihat gagal.

    Sebaliknya, pujian pada usaha, strategi, dan proses membantu anak menghadapi kesulitan. Bagi orang tua, guru, dan manajer, ini mengubah cara memberi umpan balik: sebut apa yang dilakukan, bukan label tentang siapa dia. Umpan balik memengaruhi keyakinan diri.

    Praktisnya, alih-alih berkata kamu pintar, coba katakan kamu sudah berusaha keras dan mencoba cara baru itu. Perbedaan kecil kalimat itu menggeser fokus ke proses.
  • 04Di sekolah, kerja, olahraga, dan hubungan

    Buku ini menerapkan gagasan pada banyak bidang: sekolah, pekerjaan, olahraga, seni, hubungan, dan pengasuhan. Deskripsi menyebut bahwa orang tua, guru, manajer, dan atlet hebat sudah menerapkan gagasan sederhana tentang otak ini untuk menumbuhkan rasa cinta belajar dan ketahanan.

    Di tempat kerja, pola pikir tetap bisa membuat orang menyembunyikan kesalahan dan menghindari umpan balik. Dalam hubungan, ia bisa membuat orang menganggap masalah sebagai bukti ketidakcocokan permanen, bukan sesuatu yang dikerjakan bersama. Pola pikir bertumbuh mengundang kerja sama. Sikap terhadap masalah menentukan.

    Bagi pembaca, coba tanyakan saat menghadapi kesulitan: apa yang bisa kupelajari dari ini? Pertanyaan itu memindahkan fokus dari penilaian ke pembelajaran.
  • 05Mengubah pola pikir dan pola pikir bertumbuh palsu

    Dweck menunjukkan bahwa kita bisa mengubah pola pikir pada tahap kehidupan mana pun. Edisi yang diperbarui memperkenalkan fenomena yang ia sebut pola pikir bertumbuh palsu: orang mengaku bertumbuh tetapi memakainya hanya sebagai pujian pada usaha tanpa strategi atau hasil.

    Edisi itu juga memperluas gagasan dari individu ke budaya kelompok dan organisasi. Organisasi yang menghargai belajar dan mengelola kegagalan sebagai bahan menumbuhkan orang lebih baik daripada yang menghargai bakat semata. Budaya kelompok menentukan.

    Untuk latihan, ketika kamu melihat dirimu berkata aku memang tidak bisa, tambahkan kata belum. Kalimat itu kecil, tetapi membuka kemungkinan berkembang.
  • 06Membaca buku ini dengan hati-hati

    Gagasan pola pikir bertumbuh sangat populer, dan penelitian lanjutan menunjukkan hasil yang beragam. Sebagian intervensi berdampak kecil atau hanya pada kelompok tertentu, dan beberapa hasil sulit direplikasi. Karena itu perlu realistis tentang seberapa besar perubahan yang bisa diharapkan.

    Ada juga salah tafsir: pola pikir bertumbuh bukan berarti usaha keras saja cukup, atau bahwa siapa pun bisa menjadi apa pun. Keadaan, dukungan, dan sumber daya berperan, dan menyalahkan orang karena pola pikir bisa tidak adil. Konteks perlu diperhatikan.

    Ambil intinya: perlakukan kemampuan sebagai hal yang bisa dilatih, dan beri umpan balik pada proses. Mulailah dari satu tantangan kecil yang kamu hindari, dan pelajari darinya. Percobaan kecil sudah menerapkan gagasan ini.

Ringkasan ini adalah pengantar, bukan pengganti. Baca buku lengkapnya untuk argumen dan studi kasus yang utuh.

Link pembelian belum tersedia