
Breaking the Habit of Being Yourself
Joe Dispenza
Mindfulness & WellbeingNeuroscienceHabit ChangeConsciousness
Kebiasaan lama yang membentuk identitas seseorang ternyata bisa diubah lewat pemahaman neurosains tentang bagaimana pikiran dan tubuh saling memperkuat pola yang sudah terbentuk.
- 01Kebiasaan menjadi diri yang sama
Joe Dispenza, seorang kiropraktor dan pembicara yang menyebut dirinya peneliti epigenetika, fisika kuantum, dan ilmu saraf, mengajukan gagasan besar: kebiasaan terbesar yang bisa kita patahkan adalah kebiasaan menjadi diri kita yang biasa. Kita cenderung mengulang pikiran, perasaan, dan perilaku yang sama setiap hari sehingga hidup tidak berubah.
Penerbit menyatakan bahwa kita tidak ditakdirkan oleh gen dan tidak ditetapkan menjadi orang tertentu seumur hidup. Ia berpendapat bahwa kita bisa memprogram ulang cara berpikir dan, menurut klaimnya, biologi kita, lewat latihan mental yang terarah.
Bukunya memadukan penjelasan ilmiah populer dengan langkah meditasi bertahap. Bagi pembaca, pertanyaan yang menarik adalah: pola apa yang kuulang setiap hari sehingga hasilnya sama? - 02Bagian pertama: sains tentang dirimu
Bagian pertama, sains tentang dirimu, memuat bab-bab seperti kuantum dirimu, mengatasi lingkungan, mengatasi tubuh, mengatasi waktu, dan bertahan hidup versus mencipta. Dispenza menjelaskan bahwa banyak orang hidup dalam mode bertahan, terus bereaksi terhadap stres.
Gagasannya, ketika kita terus berada dalam siklus stres, kita mengulang pengalaman lama. Untuk berubah, kita perlu beralih dari mode bertahan ke mode mencipta. Bagian ini menggunakan istilah dari fisika dan biologi untuk menggambarkan proses itu.
Perlu hati-hati membaca bagian ini. Penggunaan istilah fisika kuantum untuk menjelaskan pikiran dan kesehatan tidak diterima luas oleh ilmuwan, dan banyak klaimnya belum terbukti. Anggap ia metafora, bukan penjelasan ilmiah yang mapan. - 03Bagian kedua: otak dan meditasi
Bagian kedua membahas otak dan meditasi. Dispenza memperkenalkan gagasan tiga otak: dari berpikir ke melakukan ke menjadi, dan konsep celah, yaitu jarak antara siapa kita dan siapa yang ingin kita menjadi. Ia juga mengangkat meditasi sebagai jalan mengubah keadaan batin.
Meditasi, dalam kerangka ini, bukan hal mistis, melainkan latihan mengarahkan perhatian dan mengurangi reaktivitas. Bagian ini masuk akal secara umum: banyak penelitian menunjukkan meditasi dapat membantu perhatian dan pengelolaan stres. Manfaat itu lebih mudah dipertanggungjawabkan.
Namun klaim yang lebih besar, misalnya bahwa meditasi mengubah kenyataan atau menyembuhkan penyakit, tidak didukung bukti yang kuat. Ambil bagian yang membumi: latihan perhatian yang teratur. - 04Bagian ketiga: langkah meditasi tujuh tahap
Bagian ketiga adalah proses meditasi selama beberapa minggu. Langkah-langkahnya bertahap: induksi, mengenali, mengakui dan menyatakan, menyerah, mengamati dan mengingatkan, mengalihkan, dan menciptakan serta berlatih. Tiap langkah dikaitkan dengan minggu tertentu.
Idenya, kita mulai dengan menenangkan tubuh, mengenali pola yang berulang, mengakuinya, lalu melepaskannya. Setelah itu kita mengamati dan mengalihkan pikiran lama, dan akhirnya membayangkan serta berlatih versi baru diri kita. Pengulangan membentuk kebiasaan batin.
Latihan visualisasi dan meditasi semacam ini dikenal dalam banyak tradisi. Untuk pembaca, versi yang aman adalah memulai dengan meditasi perhatian selama lima menit setiap hari dan mengamati pikiran tanpa menghakimi. Bila terasa membantu, tambahkan lamanya. - 05Struktur empat minggu dan hidup dengan versi baru
Bagian akhir buku mengaitkan langkah-langkah itu dengan jadwal empat minggu: pekan kedua memangkas kebiasaan menjadi diri lama, pekan ketiga membongkar memori diri lama, dan pekan keempat membangun pikiran baru bagi masa depan baru.
Buku ini ditutup dengan bab tentang menunjukkan dan bersikap transparan dalam menjalani kenyataan baru. Dispenza mengklaim bahwa ribuan orang di puluhan negara menggunakan prinsip ini lewat lokakarya. Kesaksian seperti ini menarik, tetapi bukan bukti ilmiah. Pengalaman subjektif tidak sama dengan hasil terverifikasi.
Struktur bertahap ini bisa bermanfaat sebagai kerangka disiplin, seperti rencana latihan. Keteraturan membantu bila tujuannya realistis. - 06Membaca buku ini dengan skeptis yang sehat
Buku ini populer, tetapi banyak ilmuwan mengkritik pemakaian istilah fisika kuantum, epigenetika, dan ilmu saraf untuk mendukung klaim bahwa pikiran bisa mengubah biologi dan realitas secara langsung. Klaim tentang penyembuhan atau perubahan kesehatan khususnya tidak boleh dijadikan pengganti perawatan medis.
Bila kamu sedang sakit atau menjalani pengobatan, jangan menghentikan atau menunda perawatan demi latihan mental. Bicarakan dengan dokter atau tenaga kesehatan yang berkualitas. Meditasi bisa menjadi pelengkap yang aman, tetapi bukan pengganti. Keselamatan kesehatan lebih penting daripada keyakinan.
Sebagai bacaan, ambil yang praktis: kenali pola pikir berulang, latih perhatian, dan bayangkan tindakan kecil yang selaras dengan tujuanmu. Kemudian tindak lanjuti dengan tindakan nyata.
Ringkasan ini adalah pengantar, bukan pengganti. Baca buku lengkapnya untuk argumen dan studi kasus yang utuh.
Link pembelian belum tersedia