
Eat That Frog!
Brian Tracy
Productivity & HabitsProcrastinationTime ManagementPriorities
Tugas yang paling menantang dan penting sebaiknya diselesaikan lebih dulu di pagi hari, sebuah prinsip sederhana untuk mengatasi kebiasaan menunda pekerjaan.
- 01Makan katak itu lebih dulu
Tidak akan pernah ada cukup waktu untuk semua yang ada di daftar tugas. Brian Tracy mengingatkan bahwa orang sukses tidak mencoba mengerjakan semuanya. Mereka belajar memusatkan perhatian pada tugas terpenting dan memastikan tugas itu selesai.
Ia memakai ungkapan lama: bila hal pertama yang kamu lakukan tiap pagi adalah makan katak hidup, kamu puas karena tahu itu mungkin hal terburuk yang akan kamu lakukan seharian. Katak adalah metafora tugas paling menantang, yang paling mungkin ditunda, tetapi juga paling berdampak.
Buku ini menawarkan dua puluh satu langkah praktis untuk berhenti menunda dan menyelesaikan lebih banyak dalam waktu lebih singkat. Tracy menyebut tiga kata kunci: keputusan, disiplin, dan tekad. Bukunya pendek, mudah dibaca, dan bergaya bersemangat. - 02Siapkan meja dan rencanakan tiap hari
Bab pertama, siapkan meja, mengajak kita menentukan dengan jelas apa yang kita inginkan sebelum mulai. Tanpa tujuan yang jelas, kita mudah sibuk pada hal yang tidak berarah. Kejelasan menjadi fondasi.
Bab kedua, rencanakan setiap hari di muka, menganjurkan menulis daftar tugas sebelum hari dimulai, idealnya malam sebelumnya. Rencana tertulis membuat kita tidak terjebak bereaksi pada hal yang datang. Kita memulai hari dengan arah.
Kedua kebiasaan ini sederhana tetapi berdampak. Dua puluh menit merencanakan sering menghemat berjam-jam bekerja tanpa arah. Coba tulis tiga tugas terpenting untuk esok sebelum tidur, dan lihat bagaimana pagi terasa lebih ringan. - 03Aturan delapan puluh dua puluh dan pertimbangan akibat
Bab ketiga menerapkan aturan delapan puluh dua puluh pada semuanya: sekitar dua puluh persen kegiatan menghasilkan delapan puluh persen hasil. Karena itu kita perlu memilih tugas bernilai tinggi dan tidak menyebarkan waktu pada yang bernilai rendah.
Bab keempat mengajak mempertimbangkan akibat. Tugas yang tampak kecil bisa berdampak besar, dan sebaliknya. Bertanya apa akibat bila tugas ini dikerjakan atau tidak membantu menilai prioritas dengan lebih jujur.
Bab kelima, praktikkan penundaan kreatif, mengakui bahwa kita tidak bisa mengerjakan semuanya, sehingga kita perlu memilih dengan sadar apa yang ditunda. Yang ditunda adalah tugas bernilai rendah, bukan yang terpenting. - 04Metode ABCDE
Bab keenam memperkenalkan metode ABCDE. Kita memberi huruf pada tiap tugas menurut pentingnya. A untuk yang sangat penting dan harus dikerjakan, B untuk yang seharusnya, C untuk yang menyenangkan jika dikerjakan, D untuk yang bisa didelegasikan, dan E untuk yang bisa dihapus.
Aturan pentingnya: jangan mengerjakan tugas B sebelum tugas A selesai. Bila ada beberapa tugas A, beri nomor urutan. Dengan begitu daftar yang panjang berubah menjadi urutan prioritas yang jelas.
Metode ini murah dan cepat. Cobalah pada daftar tugas hari ini: beri huruf, urutkan tugas A, dan mulailah dari yang teratas. Latihan rutin membuat penilaian prioritas menjadi otomatis. - 05Area hasil utama, hukum tiga, dan persiapan
Beberapa bab berikutnya memfokuskan pada area hasil utama pekerjaanmu dan menerapkan hukum tiga: dari semua tugas, biasanya tiga kegiatan menghasilkan sebagian besar kontribusi. Mengenalinya membantu kita mencurahkan energi pada hal yang paling menentukan.
Bab tentang persiapan menganjurkan menyiapkan semua yang dibutuhkan sebelum mulai, sehingga tidak ada alasan berhenti di tengah. Bab lain mengajak meningkatkan keterampilan kunci, karena kemampuan yang lebih baik membuat tugas penting lebih cepat selesai. Investasi pada kemampuan berdampak berkelanjutan.
Ia juga menyebut mengenali kendala utama, yaitu faktor yang paling menghambat pencapaian tujuan. Menyelesaikan kendala itu lebih dulu membuka kemajuan yang lebih besar. - 06Satu barel minyak, potong, dan gumpalan waktu
Bab tentang satu barel minyak pada satu waktu mengajak memecah tugas besar menjadi langkah kecil yang terkelola. Bab potong dan iris tugas serupa: pecah proyek menjadi bagian yang bisa dikerjakan hari ini.
Bab tentang menciptakan gumpalan waktu yang panjang menganjurkan menyediakan blok waktu tanpa gangguan untuk pekerjaan penting. Bab tentang menumbuhkan rasa mendesak dan menangani satu tugas pada satu waktu menutup rangkaian. Fokus tunggal menghasilkan mutu dan kecepatan.
Bila proyek terasa terlalu besar, tuliskan tiga langkah pertama yang bisa dikerjakan dalam dua puluh menit. Mulai dari langkah pertama, dan momentum akan menyusul. - 07Teknologi dan cara memakai buku ini
Beberapa bab membahas teknologi, sebagai pelayan yang baik tetapi tuan yang buruk. Notifikasi dan surel bisa menyita perhatian. Tracy menganjurkan memeriksa pesan pada waktu tertentu, bukan setiap saat, agar tidak terseret gangguan. Batasan ini melindungi fokus.
Sebagai catatan, buku ini sederhana dan berulang, dan gaya semangatnya tidak cocok bagi semua orang. Nasihat mengerjakan tugas tersulit lebih dulu juga tidak selalu ideal: sebagian orang lebih efektif memulai dari tugas yang lebih ringan untuk membangun momentum, dan energi setiap orang berbeda.
Ambil prinsipnya, bukan urutannya secara harfiah. Pilih satu tugas penting hari ini, dan kerjakan sebelum membuka surel. Setelah seminggu, evaluasi apa yang berubah. Kebiasaan kecil ini yang membuat metode ini berguna.
Ringkasan ini adalah pengantar, bukan pengganti. Baca buku lengkapnya untuk argumen dan studi kasus yang utuh.
Link pembelian belum tersedia